Kamis, 03 Mei 2018

Perawatan Dan Perbaikan Mesin Kapal


MAKALAH SOFTSKILL
PERBAIKAN DAN PERAWATAN
MESIN KAPAL


DisusunOleh   :


`      Nama       :   Ahmad Junaedi
       NPM        :   20415343
       Kelas        :   3IC08






FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018







KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah Praktek Galangan Kapal ini. Penulis juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap pihak karena telah banyak membantu sehingga Makalah ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Makalah Praktek Galangan Kapal ini disusun berdasarkan informasi yang penulis dapatkan dari hasil Praktek Galangan Kapal di PT. JMI Unit 1 dan Unit 2 serta dari berbagai referensi yang penulis dapatkan. Dengan tersusunnya Makalah ini, penulis berharap agar kiranya ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber penambah ilmu, wawasan, dan pengetahuan. Disamping itu penulis mengharapkan bahwa Makalah ini tidak hanya sebagai pelengkap tugas saja melainkan dapat disebut sebagai hasil karya yang digunakan sebagaimana mestinya. Akhirnya penulis sadar bahwa Makalah ini belumlah sempurna, oleh karena itu demi kesempurnaan Makalah yang akan dibuat berikutnya, penulis sangat mengharapkan saran serta dukungan maupun kritik yang sifatnya membangun dari para pembaca sehingga dengan semua itu kesempurnaan Makalah ini dapat tercapai.




Jakarta, 01 Mei  2018




( Ahmad Junaedi )




BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sistem perawatan yang terencana termasuk perbaikan mesin-mesin dan kapal adalah
suatu pedoman utama pelaksanaan perawatan dan perbaikan kapal, baik yang dilakukan oleh
Anak Buah Kapal maupun Perusahaan Kontraktor yang ditunjuk oleh Divisi Teknik untuk
memperbaiki kapal. Repair and Maintenance, Docking merupakan komponen-komponen
pelaksanaan perawatan dan perbaikan rutin kapal. Melalui sistem perawatan yang terencana
pula dilakukan pengawasan terhadap mesin-mesin baik mesin utama maupun mesin bantu.
Sudah tentu masalah besarnya biaya yang dikeluarkan dalam perbaikan dan perawatan kapal
akan berpengaruh terhadap laba per voyage dan kinerja kapal motor itu sendiri, karena Anak
Buah Kapal tidak akan bisa bekerja tanpa didukung dengan peralatan-peralatan yang
diperlukan.
Kapal dapat laik membutuhkan perawatan dan perbaikan terutama mesin-mesin,
lambung kapal, bagian ruang muat, tanki ballast, alat-alat bongkar muat, alat-alat keselamatan
dan alat-alat navigasi, agar kapal selalu berada di lautan dan dapat mengangkut serta
memindahkan orang dan barang dari satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain dan mesin-mesin
selalu berjalan lancar dan tahan lama meskipun dalam kondisi cuaca yang buruk. Dalam
mendukung proses pengoperasian kapal diperlukan suatu penanganan yang baik dalam
perawatan, agar kapal tersebut dapat lancar dalam pengoperasiannya sesuai dengan yang
diinginkan. Dengan kata lain perawatan adalah salah satu hal yang penting untuk menunjang
beroperasinya kapal dan kinerja kapal motor
Perawatan atau Pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang perlu dilaksanakan terhadap
seluruh obyek baik non-teknis meliputi manajemen dan sumber daya manusia agar dapat
berfungsi dengan baik teknis meliputi suatu material atau benda yang bergerak ataupun benda
yang tidak bergerak, sehingga material tersebut dapat dipakai dan berfungsi dengan baik serta
selalu memenuhi persyaratan internasional.
Kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan manajemen dan material sampai pada
suatu tingkat kondisi tertentu.Segala macam kegiatan yang ditunjukan untuk menjaga agar
kapal selalu berada dalam kondisi baik laik laut dan dapat dioperasikan untuk pengangkutan
laut pada setiap saat degan kemampuan diatas kondisi minimum tertentu Struktur fungsional suatu perusahaan pelayaran dengan tegas memberikan tanggungjawab
"Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal" kepada Manajer Armada yang pelaksanaannya
dibantu oleh beberapa Assisten Manajer.
Manajer Armada bertanggurig-jawab untuk memelihara agar kapal tetap layak laut,
anak buah kapal lengkap dan diperlengkapi sertifikat-sertifikat serta siap berlayar menerima
muatan. Manajer Armada harus dapat menetapkan Strategi Perawatan Kapal yang bagaimana
yang akan dilaksanakan diatas kapal-kapalnya.
Manajer armada harus merencanakan anggaran belanja untuk pemeliharaan dan
perawatan serta bekerjasama dengan Manajemen kapal (Master, Chief Officer, Chief Engineer).
Anggaran belanja ini harus didasarkan atas informasi yang tersedia mengenai kondisi kapal,
rute kapal yang diharapkan, mutu anak buah kapal dan kondisi perawatan dan perbaikan mesin
kapal yang sebenarnya. Anggaran belanja dan target untuk perawatan dan perbaikan ini sangat
penting untuk menentukan "komitmen" Manajemen Perusahaan akan rnembawa Armada
Kapalnya menjadi yang bagaimana, sehingga tidak akan terjadi perbedaan Fisi dan Misi antara
Manajemen Perusahaan (Nasional) dan Manajemen Kapal (Internasional).
I.2. Tujuan Makalah
Dengan membuat makalah ini diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi
masukan bagi Mahasiswa PSD III Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro, khususnya
untuk materi yang terkait tentang perbaikan dan perawatan mesin kapal.
Sedangkan untuk instansi kampus, diharapkan dapat bermanfaat sebagai
sumbangan literature atau bahan untuk penelitian selanjutnya. Dan untuk diri sendiri
diharapkan dapat menambah wawasan.
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini :
1. Untuk menyampaikan tentang bagaimana tahapan untuk memperbaik mesin kapal.
2. Untuk menyampaikan pentingnya perbaikan & perawatan mesin kapal pada diri sendiri
dan perusahaan kapal.
Dengan diadakan praktikum galangan ini semoga dengan apa yang diperoleh pada saat teori
di kelas mahasiswa dapat mendapatkan gambaran langsung pada lapangan ( galangan ).
 I.3. Rumusan Masalah
Pada makalah ini terdapat beberapa masalah yang penjelasannya akan dijabarkan dalam
landasan teori, adapun masalah yang akan dipaparkan adalah mengenai perbaikan dan
perawatan mesin kapal mulai dari persiapan hingga tahap pelaksanaan.




BAB II
TUJUAN PERAWATAN
Pengertian perawatan ( maintenances)

itu sendiri dapat diartikan sebagai kegiatan untuk memelihar aatau menjaga fasilitas atau peralatan pabrik dan mengadakan kegiatan pemeliharaan, perbaikan penyesuaian, maupun penggantian sebagian peralatan yang diperlukan agar sarana fasilitas pada kondisi yang diharapkan dan selalu dalam kondisi siap pakai.


TujuanPerawatan.
Hal ini terutama penting di negara berkembang karena kurangnya sumberdaya modal untuk penggantian.
Menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasanguntukproduksi, antara lain :
Selalu siap bila diperlukan sesuai dengan rencana
Tidak rusak selama produksi berjalan
Dapatbekerjadenganefisiendankapasitas yang diinginkan.
Menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu, misalnya unit cadangan , unit pemadam kebakaran dan sebagainya.
Menjamin keselamatan orang yang menggunaka nsarana tersebut. Menghemat waktu, biaya dan material karena peralatan terhindar dari kerusakan besar.
Kerugianbaik material maupun personel akibat kerusakan dapat dihindari sedini mungkin, karena terjadinya kerusakan atau timbulnya kerusakan tambahan akibat kerusakan awal dapat segera dicegah.
Keuntungan – keuntungandariperawatan yang baik
Berkurangnya kemungkinan terjadinya perbaikan darurat.
Tenaga kerja pada bidang perawatan dapat lebih efisien.
Kesiapan dan kehandalan dapat lebih efisien.
Memberikan informasi kapan peralatan perlu diperbaiki atau diganti.
Anggaran perawatan dapat dikendalikan.
Kategori Mesin/Peralatan Produksi
Ditinjau dari tingkat kerumitan, harga, peranan dan resiko dalam suatu mata rantai produksi, mesin digolongkan atas :
Critical
Essential (Potentially critical)
General Purpose (Non critical)
Kategori ini untuk menentukan strategi perawatan yang cocok.
Mesin “Critical”
Kalau rusak dapat membahayakan
Kalau rusak proses produksi terganggu
Investasi mahal
Biayaperbaikannyamahal (misal: high
speed turbine)

Waktu untuk perbaikan lama
Mesin “General Purpose”
Kalau rusak tidak membahayakan
Kalau rusak tidak mengganggu proses produksi
Investasi tidak mahal
Biaya perbaikan tidak mahal
Mempunyai unit cadangan
Tidak mengakibatkan kerusakan sekunder
Mesin Essential (Potentially Critical)
Di antara mesin critical dan general purpose
Preventive Maintenance
Preventive Maintenance adalah salah satu komponen penting dalam aktivitas perawatan (maintenance).
Preventive maintenance adalah aktivitas perawatan yang dilakukan sebelum terjadinya kegagalan atau kerusakan pada sebuah sistem atau komponen, dimana sebelumnya sudah dilakukan perencanaan dengan pengawasan yang sistematik, deteksi, dan koreksi, agar sistem atau komponen tersebut dapat mempertahankan kapabilitas fungsionalnya.



BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

Perawatan atau Pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang perlu dilaksanakan terhadap
seluruh obyek baik Non – Teknis meliputi manajemen dan sumber daya manusia agar dapat
berfungsi dengan baik dan teknis meliputi suatu material atau benda yang bergerak
ataupun benda yang tidak bergerak, sehingga material tersebut dapat dipakai dan berfungsi
dengan baik serta selalu memenuhi persyaratan internasional.
Perawatan juga diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk
mempertahankan manajemen dan material sampai pada suatu tingkat kondisi tertentu.
Perawatan kapal dalam arti luas, meliputi segala macam kegiatan yang ditujukan untuk menjaga
agar kapal selalu berada dalam kondisi laik laut (sea worthyness) dan dapat dioperasikan untuk
pengangkutan laut pada setiap saat dengan kemampuan diatas kondisi minimum tertentu.
Sistem Perawatan Berencana adalah salah satu sarana untuk menuju kepada perawatan kapal
yang lebih baik dan secara garis besar tujuannya adalah :
a. Mengoptimalkan daya dan hasil guna material sesuai fungsi dan manfaatnya
(efficiency material)
b. Mencegah terjadinya kerusakan berat secara mendadak (breakdown), serta mencegah
menurunnya efisiensi.
c. Mengurangi kerusakan yang mendadak atau pengangguran waktu berarti menambah
hari-hari efektif kerja kapal (commission days).
d. Mengurangi jumlah perbaikan dan waktu perbaikan pada waktu kapal melaksanakan
perbaikan Dok tahunan (economical cost).
e. Menambah pengetahuan awak kapal dan mendidik untuk memiliki rasa tanggung
jawab serta disiplin kerja (sence of belong).
Kapal tidak akan memenuhi persyaratan standar internasional dan dinyatakan laik laut, apabila
tanpa dilandasi dengan pemahaman, pendalaman dan pelaksanaan pada peraturan-peraturan
1. IMO the SOLAS, Chapter II-1, Part C & E : Machinery and Electrical Installation.
2. Sistem manajemen perusahaan pelayaran (shipping management system).
3. Sistem perawatan terencana (planned maintenance system) dengan pemahaman bahwa
permesinan di kapal merupakan salah satu “Asset Termahal” dalam perusahaan
pelayaran.




BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Pengertian Perbaikan & Perawatan Mesin
Perawatan kapal dapat diartikan sebagai suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan
terhadap kapal untuk mencegah terjadinya kerusakan dan mengembangkan kepada kondisi
yang lebih baik. Pekerjaan perbaikan kapal dibutuhkan jika ada kerusakan yang terjadi, karena usia kapal yang bertambah dan ausnya bagian-bagian dari konstruksi kapal, sehingga berakibat berkurangnya kemampuan kapal. Seperti diketahui, bahwa perwatan memerlukan penanganan yang baik dan memerlukan biaya yang cukup mahal, sehingga perusahaan pelayaran akan selalu mengusahakan untuk menekan biaya. Dalam pengoperasian kapal juga banyak terdapat kendala-kendala yang sering dihadapi, karena masih ada pemilik kapal yang selalu memperhatikan atau memperhitungkan bahwa perawatan bagian-bagian dari kapal secara rutin merupakan suatu pemborosan, sehingga aspek-aspek penerapan manajemen rencana perawatan kapal perlu diterapkan sepenuhnya dan dikendalikan seefisien mungkin.Suatu aktifitas dan perbaikan mesin yang perlu dilaksanakan terhadap seluruh obyek baik teknis, meliputi seluruh material atau benda yang bergerak atau tidak bergerak sehingga material tersebut dapat dipakai dan berfungsi dengan baik serta selalu memenuhi persyaratan Standar Internasional dan non teknis. Meliputi manajemen dan sumber daya manusia agar dapat berfungsi dengan baik. Kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan manajemen dan material sampai pada
suatu tingkat kondisi tertentu.Segala macam kegiatan yang ditunjukan untuk menjaga agar
kapal selalu berada dalam kondisi baik laik laut dan dapat dioperasikan untuk pengangkutan
laut pada setiap saat degan kemampuan diatas kondisi minimum tertentu
4.2 Metode Perbaikan & Perawatan Mesin
1. Perawatan Insidentil (Breakdown Repair)
Perawatan Insidentil artinya kita membiarkan mesin terus menerus sampai rusak (Down Time), baru kemudian dilaksanakan perawatan dan perbaikan (Break down repair).
Strategi perawatan insidentil dalam teorinya tidak disarankan, namun kenyataannya sering
terjadi di kapal, karena berbagai alasan antara lain :
Kronologi perawatan tidak dicatat secara sistimatis, sehingga tidak terdapat
kesinambungan dalam kegiatan perawatan selanjutnya.
 Tidak mengacu standar perawatan dan perbaikan kapal (PMS) sesuai dengan Manual
Instruction Book.
 Tidak adanya kepedulian / kepekaan para pengawas terhadap ketidak – teraturan
pelaksanaan pekerjaan perawatan.
 Tidak adanya bukti-bukti terjadi kerusakan-kerusakan, kekurangan sebelumnya, kapal
menganggur dan kerugian-kerugian lainnya.
 Tidak tersedianya suku cadang yang cukup untuk setiap pesawat / mesin, sehingga
memhambat waktu operasi kapal pada saat menunggu pengadaan suku cadang
tersebut.
 Banyak data-data yang dilaporkan dari kapal ke darat (kantor), namun sedikit saja
yang diproses untuk manfaat perawatan dan perbaikan kapal.
 Nakhoda dan ABK yang tidak berkualitas dan professional di bidangnya.
2. Perawatan Berencana (Plan Maintenance)
Perawatan Berencana artinya kita sudah menentukan dan mempercayakan kepada seluruh
prosedur perawatan yang dibuat oleh ”MAKER” melalui Manual Instruction Book, untuk
dilaksanakan dengan benar, tepat waktu dan berapapun biaya perawatan yang akan dikeluarkan
tidak menjadi masalah, demi mempertahankan operasi kapal tetap lancar tanpa pernah
menganggur dan memperkecil / mencegah kerusakan yang terjadi (Life Time).
Beberapa keuntungan-keuntungan perawatan berencana yang dilaksanakan dengan baik dan
benar, antara lain :
 Memperpanjang waktu kerja unit pesawat / mesin dan mempertahankan nilai
penyusutan pada kapal
 Kondisi material pada pesawat / mesin dapat dipantau setiap saat oleh setiap pengawas
atau personil di darat, hanya dengan melihat pelaporan administrasi perawatan.
 Dengan tersedianya suku cadang yang cukup, maka pada saat ada perawatan dan
perbaikan tidak kehilangan waktu operasi.
 Operasi kapal lancar dengan memberi rasa aman dan tenang pikiran kepada semua
personil kapal dan manajemen darat bahwa semua pesawat / mesin bekerja secara
optimal, normal dan terkontrol dengan benar.
 Walaupu biaya perawatan sangat besar, namun semua itu dapat diperhitungkan sesuai
anggaran biaya perawatan dan diperkirakan paling sedikit ada penghematan biaya
sebesar 20%.
3. Perawatan Pencegahan (Prevention Maintenance )
Pengertian pencegahan lebih baik daripada menunggu kerusakan yang lebih berat, adalah
merupakan suatu pemahaman yang harus benar-benar tertanam pada setiap orang yang
bertanggung jawab atas suatu perawatan.
Perawatan pencegahan adalah bagian dari pelaksanaan pekerjaan perawatan berencana yang
bertujuan untuk :
 Memantau perkembangan yang terjadi pada hasil pekerjaan perawatan secara terusmenerus
sampai batas nilai-nilai yang diijinkan.
 Menemukan kerusakan dalam tahap yang lebih dini, sehingga masih ada kesempatan
untuk merencanakan pelaksanaan waktu perawatan.
 Mencegah terjadinya kerusakan atau bertambahnya kerusakan, yang dapat
mengakibatkan terhentinya operasi kapal.
 Suatu tugas yang perlu dilakukan agar kita dapat menelusuri jalannya kerusakan
terhadap nilai keselamatan dan nilai ekonomis kapal.
4. Perawatan dan Perbaikan (Repair and Maintenance)
Perawatan dan perbaikan adalah bagian dari pelaksanaan pekerjaan perawatan berencana yang
bertujuan untuk :
 Memperbaiki setiap kerusakan yang terpantau, walaupun belum waktunya
dilaksanakan perbaikan.
 Mencegah terjadinya kerusakan atau bertambahnya kerusakan yang lebih besar.
Suatu tugas yang perlu dilakukan agar kita dapat mempertahankan kondisi pesawat / mesin
terhadap nilai keselamatan dan nilai ekonomis kapal.
Pertimbangan membuat suatu rencana perawatan dan perbaikan mesin ialah :
 Tahun pembuatan mesin dan kondisi mesin sudah berapa lama jam kerjanya
 Kapan terakhir melakukan ”General Overhaul” pada mesin tersebut dan material/suku
cadang apa saja sudah diganti baru
 Berapa lama lagi mesin akan dipertahankan untuk dioperasikan  Bagaimana menjalankan sistem perawatan dan perbaikan sebelumnya
 Berapa anggaran yang disediakan guna menjalankan PMS tersebut
 Urgensi perawatan dan perbaikan terhadap tiap-tiap mesin
5. Perawatan Periodik (Period Maintenance)
Perawatan periodik adalah bagian pelaksanaan pekerjaan perawatan pencegahan yang
dilakukan secara periodik berdasarkan waktu kalender atau jam kerja dengan mengacu kepada
Manual Instruction Book, yaitu :
 Perawatan yang dilaksanakan secara waktu kalender :
 Perawatan secara rutin (daily)
 Perawatan secara mingguan (weekly)
 Perawatan secara bulanan (monthly)
 Perawatan secara Tiga bulan (quarterly)
 Perawatan secara tahunan (yearly / annual survey) dan
 Perawatan secara lima tahunan (special survey)
 Perawatan yang dilaksanakan secara jam kerja :
Perawatan setiap 250 jam sekali,
Setiap 500 jam, setiap 1000 jam, 2000 jam, 4000 jam, 8000 jam, 10000 jam, dan seterusnya,
terhitung setelah selesai perbaikan (overhaul).
Macam-macam rencana kerja guna perawatan dan perbaikan permesinan, yaitu :
 Rencana kerja berdasarka kondisi mesin yang sudah memerluka perawatan dan
perbaikan, misal : mesin – mesin yang sudah dalam keadaan rusak, sedangkan yang
masih bekerja baik belum perlu dirawat (rencana kerja warisan).
 Rencana kerja berdasarkan prioritas pada mesin-mesin yang penting, yang langsung
berkaitan dengan operasi kapal, misal : mesin induk, genset, mesin kemudi, ketel uap,
dll (rencana kerja prioritas).
 Rencana kerja berdasarkan jam kerja yang sudah waktunya dilakukan perawatan dan
perbaikan, walaupun mesin masih bekerja baik namun sudah waktunya harus di over
haul, mencegah terjadinya kerusakan (rencana kerja terencana).
 Rencana kerja berdasarka kondisi suku cadang yang masih ada diatas kapal , yaitu :
hanya mesin-mesin yang mempunyai suku cadangyang cukup saja yang mendapatkan
perawatan dan perbaikan (rencana kerja kondisi).
 Rencana kerja menunggu apabila terjadi kerusakan, baru dilaksanakan perawatan dan
perbaikan, walaupun kapal harus mengalami penundaan operasi.
6. Pengukuran Terus – menerus (Continuous Measurement).
Pengukuran terus-menerus adalah pemantauan kondisi yang dilakukan dengan pengukuran
secara terus-menerus dan dicatat dalam kronologi mesin dan perlengkapannya. Penerapan
pengukuran terus – menerus dapat disamakan dengan penggunaan :
 Sistem proses alarm, dimana pada nilai-nilai tertentu alarm akan berbunyi /
memberikan sinyal kepada petugas jaga.
 Sistem proses thermostat, dimana pada nilai-nilai suhu tertentu thermostat akan
bekerja memerintahkan sistem kerja lainnya.
 Sistem proses pressure switch, dimana pada nilai-nilai tekanan tertentu pressure
switch akan bekerja memerintahkan sistem kerja lainnya.
 Sistem proses pneumatic control valve, dimana pada nilai-nilai tertentu dapat
mengatur sesuai ”Differensial” yang dibutuhkan.
 Sistem proses electric automazing, dimana pada nilai-nilai tertentu dapat bekerja
memerintahkan sistem dengan automatis.
 Sistem kombinasi proses kerja peralatan tersebut diatas.
Perawatan tidak terus – menerus (Non Continuous maintenance) :
 Periksa dan persiapkan suku cadang yang tersedia diatas kapal, pastikan bahwa suku
cadang cukup untuk melakukan perawatan dan perbaikan, misal : General overhaul,
Major overhaul, Minor overhaul.
 Persiapkan peralatan untuk perawatan dan perbaikan mesin tersebut, khususnya
apabila menggunakan peralatan khusus, sehingga pekerjaan dapat dikerjakan dengan
baik.
 Pembagian tugas dengan jelas untuk pekerjaan itu, siapa dan berapa orang yang akan
melakukan pekerjaan itu.
 Adakan pertemuan keselamatan (safety meeting) sebelum melakukan pekerjaan dan
yakinkan bahwa pekerjaan dilakukan dengan aman dan tidak ada tindakan yang
membahayakan. Apabila ada dibuatkan, misal Hot work permit, Enclose permit, dan
sebagainya.
 Melapor kepada KKM dan untuk pekerjaan pada mesin – mesin penting langsung
mengganggu operasi kapal; KKM harus terlebih dahulu melaporkan kepada Nakhoda
dan kordinasi dengan Mualim I.
 Persiapakan Daftar / urutan pekerjaan (Check List), Berita Acara (Statement of Fact),
Laporan kerusakan (Damage report), Laporan perawatan (Maintenance report),
Laporan perbaikan (Repair report), dan sebagainya.
4.3 Tahap Perbaikan & Perawatan Motor Penggerak Utama
Tahapan – tahapan perawatan dan perbaikan Mesin Penggerak Utama, yang popular dalam
bahasa permesinan adalah Top Overhaul dan Major Overhaul
4.3.1 TOP OVERHAUL
Top Overhaul adalah tahapan pertama perawatan dan perbaikan untuk pembersihan,
pemeriksaan, pengukuran, penganalisaan, penggantian baru pada semua bagianbagian/material
mesin yang di Overhaul.
Top Overhaul meliputi material :
o Kepala Silinder (Cylinder Head / Cylinder Cover).
o Penekan Katup lengkap (Rocker Arm Bush, Pin, Bolts).
o Batang Pendorong Rocker Arm (Push Rod for rocker arm).
o Katup Buang lengkap (Exhaust Valve Spindle, Seat).
o Bushing batang Katup buang / masuk (Guide bush for Exh & Inlet).
o Katup Penunjuk Pembakaran (Indicator Cock Set).
o Katup Keamanan (Safety Valve Set).
o Katup Udara Penjalan (Air Starting Valve Set).
o Pengabut Bahan – bakar (Fuel Oil Injector Set).
o Pompa Bahan – baker (Fuel Oil Injector Pump).
o Ruang Pendingin Udara Pembilas (Air Scavanging Cooler).
o Pompa Udara Bilas (Air Scavanging Blower).
o Sistem Udara Pengontrol (Pneumatic Control System)
o Sistem Pengaman (Safety Devise System)
o Alat-alat Pengukur Panas (Thermometers)
o Alat-alat Pengukur Tekanan (Pressure Gauge / Manometer)
o Penggantian MInyak Pelumas (Lube Oil Crankcase Renew)
o Pemeriksaan Baut dan Mur Ruang Engkol (Bolt & Nut Inspection)
o Kunci – kunci / peralatan khusus (Special Tools) dan lainnya.
Penjelasan Top Overhaul :
Kepala Silinder (Cylinder Head/Cylinder Cover )
Kepala silinder merupakan salah satu bagian dari mesin yang sangat penting, dimana fungsi
pertama bagian ini sebagai tempat terjadinya tekanan dan ledakan hasil usaha dari setiap
silinder mesin. Fungsi kedua adalah untuk menempatkan seluruh bagian / peralatan penting
lainnya seperti tertulis pada pekerjaan Top Overhaul tersebut.
Perawatan dan Perbaikan :
 Menjaga seluruh ruangan pendingin didalam kepala silinder tetap bersih, pastikan
terisi penuh dengan air pendingin, jangan sampai terjadi adanya ”udara” terjebak
didalamnya, hal ini dapat menyebabkan keretakan pada kepala silinder tersebut.
 Menjaga suhu air pendingin tetap stabil pada saat mesin penggerak utama bekerja
ataupun sedang tidak bekerja, hal ini juga dapat menyebabkan keretakan pada kepala
silinder.
 Seluruh permukaan dudukan (setting) kepala silinder, katup-katup yang menempel
harus selalu dalam keadaan rata dan bersih, sebab kerusakan pada salah satu bagian
permukaan ini dapat mengakibatkan rusaknya 1 unit kepala silinder.
Penekan Katup lengkap (Rocker Arm Bush, Pin, Bolts).
Penekan Katup Lengkap ini merupakan bagian kecil yang paling banyak bergerak melayani
pembukaan dan penutupan katup buang dan katup masuk, sehingga gesekan yang diterimanya juga sangat banyak dan menimbulkan keausan-ausan yang tidak merata, perawatannya dengan
sistem pelumasan yang cukup dan lancar.
Perawatan dan Perbaikan.
 Perawatan pertama adalah menjaga sistem minyak pelumasan yang cukup dan lancar
untuk seluruh bagian Rocker Arm tersebut. karena pada mesin dengan putaran per
menit antara 720 – 1800 Rpm, maka dapat dibayangkan dalam waktu 1 (satu) menit
bagian-bagian yang bergesekan menerima beban sampai 720 – 1800 kali gesek.
 Pada jadwal dilakukannya perawatan Top Overhaul, maka seluruh bagian Rocker Arm
ini harus diperiksa dengan teliti dan bila perlu adakan pergantian material baru.
Keausan pada Bush & Pin walaupun hanya sedikit atau sangat kecil, akan berdampak
langsung kepada penyetelan ”Clearence” katup buang dan katup masuk, maka
akibatnya dapat terjadi kerugian pembakaran didalam silinder.
 Pengukuran atau penyetelan jarak kelonggaran (clearence) pada katup buang dan
katup masuk tergantung dari besar kecilnya tenaga mesin dan pabrik pembuatnya.
Pengalaman dari beberapa instruction book pada mesin dibawah 5.000 HP.
Menunjukkan antara 0,15 – 0,35 milimeter dan mesin diatas 5.000 HP (umumnya 2
tak) menunjukan antara 0,30 – 0,50.
Batang pendorong penekan katup (Push Rod for rocker arm)
 Periksa jangan sampai batang/tuas ”tidak lurus”, kondisi tidak lurus atau bengkok ini
disebabkan pernah terjadi penyetelan kelonggaran katup atau biasa disebut ”Valves
Clereance” terlalu sempit / rapat, sehingga pada saat mesin bekerja tidak ada lagi
kelonggaran katupnya dan batang pendorong Rocker Arm tertekan sampai terjadi
sedikit bengkok.
 Kondisi ini juga dapat mempercepat rusaknya Rocker Arm Bushing yang terbuat dari
bahan kuningan atau bronze, sehingga bila dibiarkan terus-menerus maka kerusakan
sistem mekanik ini akan meningkat ada sistem pembukaan dan penutupan katupkatup.
Kerusakan material pada mesin diesel adalah identik dengan suatu penyakit
yang sangat menular, apabila penyakit ini dibiarkan terus maka akan meningkat pada
kerusakan material lainnya yang pada akhirnya meningkat kepada kerugian material
dan kerugian tenaga mesin itu sendiri.
Perawatan dan Perbaikan.
 Perawatan pertama adalah menjaga sistem minyak pelumasan yang cukup dan lancar
untuk seluruh bagian Rocker Arm tersebut. karena pada mesin dengan putaran per
menit antara 720 – 1800 Rpm, maka dapat dibayangkan dalam waktu 1 (satu) menit
bagian-bagian yang bergesekan menerima beban sampai 720 – 1800 kali gesek.
 Pada jadwal dilakukannya perawatan Top Overhaul, maka seluruh bagian Rocker Arm
ini harus diperiksa dengan teliti dan bila perlu adakan pergantian material baru.
Keausan pada Bush & Pin walaupun hanya sedikit atau sangat kecil, akan berdampak
langsung kepada penyetelan ”Clearence” katup buang dan katup masuk, maka
akibatnya dapat terjadi kerugian pembakaran didalam silinder.
 Pengukuran atau penyetelan jarak kelonggaran (clearence) pada katup buang dan
katup masuk tergantung dari besar kecilnya tenaga mesin dan pabrik pembuatnya.
Pengalaman dari beberapa instruction book pada mesin dibawah 5.000 HP.
Menunjukkan antara 0,15 – 0,35 milimeter dan mesin diatas 5.000 HP (umumnya 2
tak) menunjukan antara 0,30 – 0,50.
Batang pendorong penekan katup (Push Rod for rocker arm)
 Periksa jangan sampai batang/tuas ”tidak lurus”, kondisi tidak lurus atau bengkok ini
disebabkan pernah terjadi penyetelan kelonggaran katup atau biasa disebut ”Valves
Clereance” terlalu sempit / rapat, sehingga pada saat mesin bekerja tidak ada lagi
kelonggaran katupnya dan batang pendorong Rocker Arm tertekan sampai terjadi
sedikit bengkok.
 Kondisi ini juga dapat mempercepat rusaknya Rocker Arm Bushing yang terbuat dari
bahan kuningan atau bronze, sehingga bila dibiarkan terus-menerus maka kerusakan
sistem mekanik ini akan meningkat ada sistem pembukaan dan penutupan katupkatup.
Kerusakan material pada mesin diesel adalah identik dengan suatu penyakit
yang sangat menular, apabila penyakit ini dibiarkan terus maka akan meningkat pada
kerusakan material lainnya yang pada akhirnya meningkat kepada kerugian material
dan kerugian tenaga mesin itu sendiri.
Perawatan dan Perbaikan
 Pemeriksaan batang yang sudah bengkok sangat mudah sekali, yaitu dengan
meletakkan batang tersebut dimeja yang benar-benar rata kemudian batang
digelindingkan dan dapat menggelinding dengan baik berarti masih lurus dan
sebaliknya tidak mau menggilinding/berputar berarti batang sudah bengkok dan harus
diganti baru.
 Periksa semua sistem minyak pelumas, yakinkan semua sudah bekerja dengan baik
dengan jumlah minyak yang cukup, yakinkan pada saat penyetelan jumlah minyak
pelumas rocker Arm ini hanya boleh dilakukan oleh Masinis yang merawatnya atau
Masinis I sebagai kepala kerja.
Pemeriksaan berikutnya adalah pada kedua ujung batang pendorong Rocker Arm tersebut
apakah masih berbentuk bulat-licin-mengkilat, apabila tidak demikian atau sudah berbentuk
tidak bulat-kasar-ada bekas luka sebaiknya langsung diganti dengan suku cadang yang baru.
Katup Buang Lengkap (Exh Valve Spindle & Seat)
Sebelum melakukan perawatan dan perbaikan katup buang lengkap ini, setiap masinis kapal
diharapkan harus benar-benar memahami terlebih dahulu fungsi katup buang lengkap pada
sebuah mesin diesel. Selain mesin diesel 4 tak ada juga mesin diesel 2 tak dengan system
pembilasan memanjang (misalnya Burmiester & Wind) juga menggunakan sistem katup buang pada kepala silinder. Pengalaman dilapangan masih banyak Masinis yang sanagt kurang memperhatikan fungsi dan perawatan katup buang lengkap (set) ini, dikatakan lengkap berarti katup buang dan dudukannya. Keterlambatan melaksanakan perawatan dan perbaikan pada saat Mesin Diesel sudah waktunya Top Overhaul, dapat mengakibatkan kerusakan-kerusakan dan biaya yang lebih jauh besar, bahkan dapat berakibat rusaknya bagian-bagian internal lainnya.
4.3.2 MAJOR OVERHAUL
Major Overhaul adalah tahapan kedua perawatan dan perbaikan untuk pembersihan,
pemeriksaan, pengukuran, penganalisaan, penggantian baru pada semua bagianbagian/material
mesin yang bergerak. Pelaksanaaannya dilakukan pada saat mesin sudah
bekerja sudah mencapai antara 8.000 jam kerja – 16.000 jam kerja.
Major Overhaul meliputi material :
a. Semua material yang dikerjakan pada saat Top Overhaul.
b. Semua material dan semua bagian-bagian yang bergerak pada mesin diesel tersebut yaitu :
* Pelapis Silinder (Cylinder Liner)
* Torak & Ring Torak (Piston & Piston Ring)
* Kepala Silang (Cross Head)
* Batang Torak (Connecting Road)
* Metal Jalan(Crank Pin Bearing)
* Poros Engkol (Crank Shaft Journal)
* Metal Duduk (Main Bearing)
* Poros Nok & Penggeraknya (Camshaft & Diving Divices)
* Turbin Gas Buang (Turbo Charger)
* Pompa Bahan-bakar (Fuel Oil Injection Pump)
* Pendingin Udara Pembilas (Air Scavanging Cooler)
* Pompa Udara Bilas (Air Scavanging Blower)
* Poros Penerus & Metal (Intermediate Shaft & Bearing)
* Sistem Udara Pengontrol (Pneumatic System Control)
* Sistem Pengaman (Safety Device System)
* Alat-alat Pengukur Panas (Thermometers)
* Alat-alat Pengukur Tekanan (Pressure Gauge / Manometer)
* Kunci – kunci / Peralatan Khusus (Special Tolls)
* Panel Kontrol (Engine Control Panel) dan lainnya.
Penjelasan Perawatan Major Overhaul.
Major Overhaul adalah salah satu tindakan atau bagian penting dari suatu sistem perawatan dan
perbaikan yang dilakukan pada semua Motor Diesel untuk semua type dan jenis dari pabrik
manapun.
Tujuan utama dilaksanakan perawatan dan perbaikan Major Overhaul ini antara lain adalah :
a. Mengembalikan kondisi ”performance” semula mesin (diesel) yang sudah bekerja dan
berjasa melakukan langkah-usaha antara 8.000 – 16.000 jam kerja dengan
menggunakan banyak komponen yang bergerak, sudah seharusnya dilakukan
penggantian material yang 100% baru, sehingga diharapkan ”performance” Mesin
dapat kembali normal seperti 95% baru.
b. Dalam kenyataannya dilapangan tidak semua dilakukan penggantian material baru,
terutama material yang kondisinya masih cukup baik dan belum melebihi ambangbatas
maksimum yang diijinkan, artinya material tersebut masih layak untuk dipakai
dalam kondisi antara70% - 80% (misal : Cylinder Liner, Cylinder Head, piston, spring,
Exhaust & Intake Valves), sehingga diharapkan ”performance” mesin hanya dapat
mencapai sekitar 70% saja.
c. Kondisi pada Item No.2 tersebut diatas adalah yang paling banyak dilakukan
dilapangan/di kapal, dengan banyak pertimbangan bahwa perusahaan tidak
menghendaki antara lain :
 Biaya perawatan dan perbaikan yang besar
 Kecepatan kapal yang maksimum
 Perawatan dan perbaikan sesuai dengan Running Hours
 Pengawasan perusahaan dan Class yang ketat
 Safety Management yang terlalu formal.





BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dapat ditarik kesimpulan Perawatan atau Pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang
perlu dilaksanakan terhadap seluruh obyek baik non-teknis meliputi manajemen dan sumber
daya manusia agar dapat berfungsi dengan baik teknis meliputi suatu material atau benda yang
bergerak ataupun benda yang tidak bergerak, sehingga material tersebut dapat dipakai dan
berfungsi dengan baik serta selalu memenuhi persyaratan internasional.
Kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan manajemen dan material sampai pada
suatu tingkat kondisi tertentu.Segala macam kegiatan yang ditunjukan untuk menjaga agar
kapal selalu berada dalam kondisi baik laik laut dan dapat dioperasikan untuk pengangkutan
laut pada setiap saat degan kemampuan diatas kondisi minimum tertentu
Jika pemelihara dilakukan dengan baik dan sesui prosedur maka dapat dipastikan usia
dari material dan usaha kapal ketika berlayar dapat maksimal dan tidak ada kendala.
5.2 Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah
wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga mengharapkan kritik dan saran
guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini





DAFTAR PUSAKA 

https://www.academia.edu/12044585/Perbaikan_and_Perawatan_Mesin_Kapal
Makalah tugas praktek universitas diponegoro semarang by Fauzi Imam 

Senin, 26 Maret 2018

Perawatan Mesin Industri Yang Terencana Dan Tidak Terencana Serta Jenis Dan Teknik Pelumasan

Tugas Softskill Tentang Perawatan Mesin Di Industri






Disusun Oleh :

`      Nama       :   Ahmad Junaedi
       NPM        :   20415343
       Kelas        :   3IC08         









I.       Pesan Perawatan dan Perbaikan Mesin dalam suatu  
          Industri:
           A. Perawatan dan Perbaikan Mesin
Pengertian perawatan ( maintenance ) itu sendiri dapat diartikan sebagai kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas atau peralatan pabrik dan mengadakan kegiatan pemeliharaan, perbaikan penyesuaian, maupun penggantian sebagian peralatan yang diperlukan agar sarana fasilitas pada kondisi yang diharapkan dan selalu dalam kondisi siap pakai. Berikut tujuan perawatan dan perbaikan mesin adalah:
1. Memperpanjang usia kegunaan aset. Hal ini terutama penting di negara berkembang karena kurangnya sumber daya modal untuk penggantian Menjamin keselamatan orang yang menggunakan sarana tersebut.
2. Menghemat waktu, biaya dan material karena peralatan terhindar dari kerusakan besar.
3. Kerugian baik material maupun personel akibat kerusakan dapat dihindari sedini mungkin, karena terjadinya kerusakan da atau timbulnya kerusakan tambahan akibat kerusakan awal dapat segera dicegah.

B. Peran Perawatan dan Perbaikan dalam Sistem Kesiapan Fasilitas
1.Merubah proses
2.Merancang kembali komponen yang gagal
3.Mengganti dengan komponen baru atau yang lebih baik
4.Meningkatkan prosedur perawatan preventif. Sebagai contoh, melakukan
pelumasan   sesuai ketentuannya atau mengatur kembali frekuensi dan isi daripada pekerjaan inspeksi
 5. Meninjau kembali dan merubah sistem pengoperasian mesin. Misalnya dengan merubah beban unit, atau melatih operator dengan sistem operasi yang lebih baik, terutama pada unit-unit khusus.
Tujuan utama perawatan:
1. Untuk memperpanjang umur penggunaan asset.
2. Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi dan dapat diperoleh laba yang maksimum.
3. Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu.
4. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut.
II.      Klasifikasi dan Jenis Perawatan:
          A. Perawatan yang direncanakan
Perencanaan didefinisikan sebagai proses pemilihan informasi dan pembuatan asumsi mengenai kondisi masa datang, guna mengembangkan seluruh lintasan kegiatan. Pengertian perencanaan perawatan adalah suatu kombinasi dari setiap tindakan yang dilakukan untuk menjaga sistem/equipment dalam proses perawatannya sampai kondisi dapat diterima. Perencanaan perawatan mengikutsertakan pengembangan dari seluruh lintasan kegiatan yang mencakup semua kegiatan perawatan, reparasi, dan pekerjaan overhaul.
Faktor penunjang keberhasilan perencanaan perawatan akan terkait dengan:
Ø  Ruang lingkup pekerjaan.
Ø  Lokasi pekerjaan.
Ø  Prioritas pekerjaan.
Ø  Metode
Ø  Kebutuhan komponen dan material.
Ø  Kebutuhan peralatan
Ø  Kebutuhan tenaga kerja baik secara kualitas dari skill maupun kuantitasnya.
Kendala yang mungkin muncul dalam perencanaan perawatan dapat disebabkan berbagai aspek seperti komunikasi ketidakjelasan instruksi, kurangnya informasi maupun berbagai kelambatan, dan ketidakpastian spare parts atau tenaga kerja terampil.
            B. Perawatan yang tidak direncanakan
Breakdown maintenance atau yang biasa disebut perawatan yang tidak direncanakan merupakan perbaikan yang dilakukan pada suatu unit yang terhenti operasinya akibat kerusakan pada alat tersebut. Pada dasarnya breakdown maintenance sangat tidak diinginkan, karena akan mengganggu proses produksi. Oleh karena itu preventive maintenance dan predictive maintenance perlu untuk dioptimalkan.Adapun pengantar ISO sebagai berikut:
ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan anda dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan untuk terciptanya konsistensi mencapai kepuasan pelanggan.
Beberapa aspek-aspek penting dalam perencanaan perawatan adalah:
1) Perencanaan
Perencanaan adalah kegiatan untuk menjalankan fungsi
1. Aspek-Aspek Penting Dalam Perawatan Terencana
perawatan yang dilakukan secara terorganisir. Perencanaan perawatan terdiri dari:
• Penyusunan secara struktural kegiatan perawatan yang akan dijalankan
• Penyusunan sistem perawatan
• Kegiatan pengontrolan dan pencatatan
• Penerapan sistem perawatan dan pencatatan
Sedangkan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan perencanaan perawatan adalah ruang lingkup pekerjaan, prioritas pekerjaan, kebutuhan ketrampilan, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan peralatan dan kebutuhan material.
2) Pemeriksaan
Kegiatan pemeriksaan yang telah tersusun dengan teratur akan menjaga performa mesin dalam keadaaan optimal dan dapat berfungsi sesuai standar. Kegiatan pemeriksaan terdiri dari:
• Pemeriksaan operasional
• Pemeriksaan pemberhentian
• Pemeriksaan overhaul.
3) Pemilihan komponen/ suku cadang
Pemilihan komponen atau suku cadang merupakan kegiatan yang paling penting dalam menjalankan kegiatan overhaul. Dengan pemilihan suku cadang yang sesuai dengan spesifikasi mesin akan menjaga mesin tetap dapat bekerja dalam kondisi standar.

2. Perawatan Pencegahan (Preventive Maintenance)
Perawatan pencegahan (preventive maintenance) adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang dapat menyebabkan peralatan produksi mengalami kerusakan pada waktu digunakan dalam proses produksi (Sofyan, 1998: 90). Dalam melakukan cara perawatan ini, ada beberapa aktifitas yang dapat dilakukan yaitu: pemeriksaan secara berkala dan penggantian komponen yang sudah hampir rusak atau sudah rusak. Untuk penggantian komponen yang telah rusak ini akan terjadi penambahan pada biaya produksinya. Sehingga dalam menetapkan komponen-komponen yang akan dijadwalkan penggantiannya harus merupakan komponen yang kritis dalam sistem produksi tersebut.
Berdasarkan Asrori (2007: 3) kegiatan perawatan yang dilakukan dalam perawatan preventif adalah suatu bentuk pelaksanaan terjadual. Oleh karena itu siklus perawatan menjadi penting keberadaannya. Klasifikasi perawatan mesin dalam preventive maintenance dibagi menjadi 4 kategori (keadaan), yaitu:
(1) Inspeksi (I)
Inspeksi adalah tindakan pengecekan atau pemeriksaan secara berkala kondisi suatu peralatan atau alat bantu untuk mendapatkan informasi tentang keadaan mesin atau alat bantu tersebut yang hasilnya dapat digunakan untuk pertimbangan dalam melakukan kegiatan perawatan selanjutnya.
(2) Small Repair (S)
Small repair adalah suatu tindakan perawatan ringan yang menitik beratkan pada bagian terkecil (komponen) dari suatu mesin. Kegiatan small repair merupakan perbaikan tindak lanjut dari kerusakan ringan yang ditemukan pada waktu kegiatan inspeksi dan tidak memerlukan waktu dan biaya yang tinggi.
(3) Medium Repair (M)
Medium repair adalah suatu tindakan perawatan tingkat menengah yang lebih fokus pada kerusakan bagian dari suatu mesin akibat aus atau akibat kecelakaan yang perbaikannya memerlukan biaya yang tinggi dan waktu kerja yang relatif lama.
(4) Overhaul (O)
Overhaul adalah suatu tindakan perawatan pada yang bersifat menyeluruh pada bagian mesin. Tindakan yang biasanya dilakukan waktu overhaul adalah pembetulan-pembetulan komponen yang aus/ rusak atau penggantian komponen.

3. Perawatan Korektif (Corrective Maintenance)
Menurut Sofyan (1987: 90) perawatan korektif (corrective maintenance) adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan atau kelainan pada fasilitas atau peralatan yang ditemukan selama masa waktu preventive maintenance.
Dalam perbaikan dapat dilakukan peningkatan-peningkatan sedemikian rupa, seperti melakukan perubahan atau modifikasi rancangan agar peralatan menjadi lebih baik dan mencapai standar kerja yang dapat diterima.
Perawatan korektif yang dilakukan meliputi antara lain:
a. Perbaikan-perbaikan yang dilakukan untuk menghilangkan bagian-bagian yang kurang ekonomis dari mesin atau mengurangi frekuensi terjadinya kerusakan tersebut
b. Melakukan perbaikan setelah jangka waktu tertentu
Beberapa jenis perawatan korektif adalah:
1) Shutdown Maintenance
Shutdown maintenance adalah pemeliharaan yang hanya dilakukan selama
mesin tersebut berhenti beroperasi atau mesin tersebut terpaksa diberhentikan karena kerusakan yang serius.
2) Breakdown maintenance
Pekerjaan perawatan dilakukan setelah terjadi kerusakan pada peralatan,
dan untuk memperbaikinya harus disiapkan suku cadang, material, alat-alat
dan tenaga kerjanya.
III.    Jenis Pelumas dan Teknik Pelumasan:
          A. Jenis Pelumas
       1. Hydraulic oil ( Pelumas Hidrolik, berbahan dasar minyak mineral, sintetik dan water  glycol )
       2. Compressor Oil ( Pelumas Kompressor Udara, berbahan dasar minyak mineral dan  sintetik )
       3. Industrial Gear dan Oil ( Pelumas Roda Gigi, berbahan dasar minyak mineral dan sintetik )
       4. Automotive Gear dan Oil (Pelumas Roda Gigi Untuk Kendaraan, berbahan dasar minyak                     mineral dan sintetik)
       5. Diesel Engine Oil ( Pelumas Mesin Diesel, berbahan dasar minyak mineral dan sintetik )

            B. Sifat Pelumas
1. Indeks kekentalan.
Kekentalan minyak pelumas itu berubah-ubah menurut perubahan temperatur. Dengan sendirinya minyak pelumas yang baik tidak terlalu peka terhadap perubahan temperatur, sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya, baik dalam keadaan dingin maupun dalam keadaan panas (temperatur kerja). Untuk mengukur perubahan kekentalan tersebut dipakai indeks kekentalan yang diperoleh dengan cara mencatat perubahan kekentalan bila pelumas didinginkan dari 210o F sampai 100o F.
2. Titik tuang.
Pada temperatur tertentu (titik tuang), minyak pelumas akan membentuk jaringan kristal yang menyebabkan minyak itu sukar mengalir. Karena itu sebaiknya dipergunakan minyak pelumas dengan titik tuang yang serendah-rendahnya untuk menjamin bahwa minyak pelumas akan mengalir denagn lancar.
3. Stabilitas.
Beberapa minyak pelumas pada temperatur tinggi akan berubah susunan kimianya sehingga terjadilah endapan yang mengakibatkan cincin torak melekat pada alurnya. Selain itu endapan minyak pelumas tersebut dapat menyumbat saluran sirkulasi minyak tersebut.

4. Kelumasan.
Minyak pelumas harus memiliki kelumasan yang cukup baik, yaitu dapat membasahi permukaan logam. Hal ini berarti dalam segal keadaan selalu terdapat lapisan minyak pelumas pada permukaan bagian mesin yang bersentuhan.
            C. Bahan Aditif Pelumas
1. Aditif Anti-Keausan (Anti-Wear)
Aditif anti keausan berfungsi untuk mencegah kontak metal-to-metal antara komponen mesin pada saat lapisan film lubrikasi rusak. Dengan menggunakan aditif ini akan didapatkan umur mesin yang lebih panjang karena nilai ketahanan aus yang meningkat. Cara kerja aditif ini adalah dengan jalan bereaksi dengan sebagian kecil molekul metal di permukaan komponen untuk membentuk lapisan film yang dapat bergeser dalam permukaan gesek.
2. Aditif Extreme-Pressure
Zat aditif extreme pressure (EP) memiliki fungsi yang mirip dengan aditif anti-keausan, yaitu untuk mencegah terjadinya kontak metal-to-metal namun diutamakan pada saat kondisi tekanan tinggi. Mekanismenya adalah dengan jalan membentuk lapisan film dari reaksi antara zat aditif dengan molekul permukaan komponen mesin. Lapisan film ini bersifat sangat kuat dan tidak mudah rusak pada beban kerja tinggi, sehingga kontak metal-to-metal dapat selalu dih
3. Anti-Korosi
Aditif dengan fungsi untuk menghambat terjadinya korosi di permukaan komponen ini, dilakukan dengan jalan membentuk lapisan film khusus pada permukaan logam komponen. Lapisan film tersebut juga aktif melindungi komponen dari serangan oksigen (oksidasi), air, serta zat kimia aktif lainnya. Material dengan kemampuan aditif tersebut antara lain adalah senyawa alkalin, asam organik, ester, serta turunan asam amino.
4. Anti-Oksidan
Oli mineral dapat bereaksi dengan oksigen dalam udara dan membentuk asam organik. Produk dari reaksi oksidasi tersebut meningkatkan viskositas oli, membentuk endapan dan vernis (varnish), memicu korosi, serta busa. Anti-oksidan bertugas untuk menghambat terjadinya oksidasi oli. Material-material yang dapat dijadikan sebagai anti-oksidan antara lain adalah zinc dithiophosphate, alkyl sulfides, aromatic sulfides, aromatic amines, dan hindered phenols.
            D. Sistem Pelumasan Mesin
1. Jenis percik ( splash type)
Pada jenis ini stang seher dilengkapi dengan sendok yang berada pada ujung bagian bawah dari stang seher . Sehingga saat  mesin berputar, maka sendok pemercik akan memercikan oli yang di bak oli ke dinding silinder dan bearing. Jenis ini memiliki konstruksi yang sangat sederhana , namun sulit untuk melumasi bagian - bagian yang memiliki celah lebih sempit . Karena itu sistem pelumasan tipe ini sudah tidak lagi digunakan.

2. Jenis tekanan ( pressure feed type )
Pada jenis ini sistem pelumasan menggunakan pompa oli yang berguna untuk mensirkulasikan minyak pelumas.  Jenis inilah yang sekarang digunakan pada kendaraan baik mobil ataupun sepeda motor.
Adapun pompa oli yang digunakan ada bermacam - macam yaitu :
·                     model roda gigi ( gear type )
·                     model trocoid 
Mengenai sistem pelumasan tipe ini akan saya bahas tersendiri dalam postingan saya berikutnya.

3. Jenis kombinasi
Pada sistem pelumas tipe ini adalah penggabungan dari sistem pelumas tipe 1 dan tipe 2 .

DAFTAR PUSAKA 

https://timbulstg.blogspot.co.id/2014/01/tribologi-pelumasan.html